Aku adalah perempuan yang
bangga melihat kaumnya berada didepan, akupun senang ketika kami diberi
kesempatan seluas – luasnya dalam mengejar pendidikan dan karier, aku kan
selalu berada di garis depan untuk menyatakan pendapatku dan mendukung mereka
yang mau menyuarakan pendapatnya, tawaku lepas bebas menonton sakdiyah maaruf
menyuarakan pendapatnya, senyumku selalu mengembang melihat Najwa Shihab
mewawancarai para tokoh, merasa berani dan percaya ketika Sri Mulyani berdiri tegas memecat petugas korup di lingkungan departemen
keuangan saat pertama kali menjabat sebagai mentri keuangan dan Susi pudjiastuti
yang melepas jabatan demi mengindari konflik kepentingan kala menjabat mentri,
serta ratusan maupun ribuan srikandi lainnya Aku bangga, bahagia dan bersyukur terlahir
sebagai perempuan negeri ini.
Bukan…bukan berarti aku
minta perempuan disetarakan dengan pria, bukan berarti aku menuntut kaum kami
harus sama dengan pria. Aku…aku akan sangat senang ketika seorang pria di bus
menawarkan tempat duduknya padaku karena aku perempuan, aku menikmati cuti
hamil dan melahirkan selama 3 (tiga) bulan karena aku seorang perempuan, aku
bersyukur diberi ruangan menyusui ditempat kerja karena aku perempuan.
Jangan – jangan setarakan
kami dengan pria, tempatkan kami pada tempatnya, hargai kami sebagai perempuan,
cintai kami sebagai perempuan. Jadikan kami perempuan bangsa ini yang bebas
mengekspresikan hasrat dan kemampuan kami serta ibu bagi anak – anak bangsa ini
(baik anak kami sendiri, anak didik maupun anak – anak yang menyentuh kehidupan
kami) yang menjadikan mereka manusia – manusia berilmu yang menjunjung tinggi
keberagaman bangsa ini serta menaruh adab mereka jauh diatas ilmu yang mereka
miliki.




Setelah menulis ini, aku menemukan sesuatu yang mewakili apa yang ingin kusampaikan
ReplyDelete"Keadilan Gender"... yup aku lebih setuju ini debandingkan kesetaraan gender
stumbled on your blog
ReplyDeleteHope to see updates here :)